TETAP MENUNGGU
Hidup adalah seperti puisi. Berawal dan berakhir di titik yang sama.
Namun, bukanlah puisi bila hanya satu baris, Bukanlah cerita bila hanya satu
cerita. Jangan menyalahkan keadaan tentang semua ini. Apalagi menyalahkan
waktu,waktu tidak salah hanya saja mungkin dirimu yang terbawa perasaan.
Perkenalan kita memang singkat, bahkan lebih singkat dari yang dibayangkan. Mungkin
ini aneh, ataupun ini terlalu terbiasa. Tapi hanya melihatnya setiap hari
membuatku tidak peduli akan hari tersebut. Tak peduli tidak ada seorangpun yang
tau, tak peduli bahkan jika aku melihatnya dari jarak sejauh ini. Bisa saja
kalian menganggap aku aneh atau ini memang hal biasa? Yang kutau aku melakukan
hal lain juga. Ini kebiasaanku, menulis tentang dirinya yang pada saat itu
dibalut jilbab biru dipadukan baju bermotif bunga, kemudian aku akan setiap
akan terus menyukainya. Apa yang menraik darinya? Dia biasa saja, seperti
wanita lainnya. Tapi aku menyukai. Dan asal kau tau, kita tak butuh alasan
untuk melakukan itu. Sebelumnya aku meminta maaf karena telah berfikir kau juga
mencintaiku.
Pada suatu sore yang indah itu kita ke suatu tempat yang indah pula dan
bodohnya aku bepikir jika hanya ada kita berdua disana hahaha tapi ternyata dia
juga ada. Disana aku berpikir bahwa melihatnya bahagia meski bukan bersamaku
itu akan membuatku juga ikut bahagia. Memutuskan untuk pergi dari tempat itu
dan membiarkan mereka bersama memang bukanlah keputusan yang tepat, tapi aku
harus melakukan itu demi kebahagiannya. Tak apalah aku yang menanggung semua
rasa ini, aku kuat, aku sanggup. Hal seperti ini gampang kok untuk disembunyikan
didepannya. Entah dia mengaggap aku munafik atau apalah jika dia mengetahuinya
Aku tak peduli, yang aku pedulikan saat ini adalah kebahagiannya. Aku masih
bisa tersenyum melihat dia bersama orang lain, padahal hatiku menangis. Air
mata kadang menjadi temanku dikala aku sedih dan terluka. Memang aku tak
mengetahui maksud dari status di whats app mu yang hanya sebiji emot nangis,
tapi kau harus tau rasa ini tak hanya sebatas kita chatingan di whats app. Sejujurnya
aku benci melihat dia orang yang aku cintai bahagia dengan orang lain tapi.. Aku
lebih membenci jika melihat dia orang yang aku cinta tidak bahagia jika
bersamaku. Aku Cuma takut jika kamu meninggalkan aku buat orang yang lebih
sempurna. Aku kira dia suka sama aku, ternyata aku salah. Dia lebih suka kepada
orang lain. Alangkah indah jika hidup ini kita mencintai orang yang mencintai
kita. Tapi apakah kau memilih untuk bersama orang yang kau cinta atau bersama
orang yang mencintaimu?. Bukanlah persoalan melakukan sesuatu yang kau cinta,
tetapi tentang melakukan berbagai hal bersama orang yang kau cinta. Cinta
bertahta bukan karena kebahagiaan, tapi melainkan cinta bertahta karena
kesetiaan pada satu cinta. Cinta itu berasal dari hati. Jangan sesekali
mengucapkan cinta jika itu tidak berasal dari hati. Cinta mungkin akan
memberimu luka tapi luka itulah yang akan membuatmu lebih dewasa. Hal yang
paling menyakitkan adalah mencintai seseorang yang tidak akan pernah menjadi
milik kita selamanya. Dalam hatiku terkadang bertanya Tanya, apakah aku pantas
untuknya?. Walaupun kau sudah tidak ada hubungan apa apa lagi dengan dia, tapi
aku mengerti bahwa kalian masih punya cerita yang belum kalian selesaikan.
Kalian masih punya waktu untuk menyelesaikan cerita kalian yang sempat
tertunda. Aku akan tetap menunggu sampai cerita kalian selesai. Dan Pastikan
saja rasamu jika kau ingin berpisah, aku hanya tak mau melihatmu berputus asa
karna sudah tak bersamanya dan akupun sudah berbeda. Kenapa harus ada dia
diantara kita?kenapa?. Tapi terlepas dari itu semua kau harus tahu bahwa aku
akan ada di garis terdepan yang akan selalu ada untukmu disaat kau membutuhkan
seseorang walaupun yang kau harapkan itu bukanlah aku. Kalo kata bung fiersa
salah satu penulis dan penyanyi favoritku dalam sebuah syairnya berbunyi “Jika
kau butuh telinga untuk mendengar, bahu tuk bersandar, raga tuk berlindung,
pastikan kau temukan aku di garis terdepan” eitsss..... tapi masih ada lirik
sambungannya yang mendengarnya saja sudah mirisJtapi yaaa
memang itu terjadi padaku saat ini, tapi entah satu tahun kedepan aku pun tidak
tahu apa yang akan terjadi kepada aku dan diaJ.Sambungannya
adalah “Bertepuk dengan sebelah tangan” Hahahahaha Lucu yahhh......yaaa tapi
inilah ceritaku, inilah kisahku, kisah yang membuatku tau arti sebuah penantian
dan penantianku kali ini adalah penantian berharga dihidupku, walaupun
sebenarnya aku menanti yang tidak pasti tapiiii its okeyy lah setidaknya aku
bisa belajar dari sini bahwa menunggu tidak selamanya membosankan. Karna
kuyakin menunggunya bukan sebuah kebosanan karena dia memang tidak membosankan
bagiku . Menunggu itu perih, sakit, jenuh.....namun entah kenapa setiap aku
ingin mundur darinya, hatiku seolah meminta untuk memperjuangkannya. Kau adalah
alasan mengapa kenapa aku bertahan disini menunggu hadirnya dirimu. Seandainya
kita bisa tukeran posisi, kau rasakan apa yang aku rasakan karena berjuang
sendiri itu melahkan. Tapi aku akan bertahan kok, walau setengah hati darimuJ Semoga aku
bisa menjaga hati ini.
Tak bisa menyapamu bukan berarti tidak bisa mendoakanmu. Tidak bisa
berdekatan denganmu bukan berarti jauh darimu. Kita dekat melalui Allah. Kita
kelak bersatu melalui jalan Allah. Aku tak perlu risau karena tempat mengaduku
hanyalah Allah, karena Allah adalah pemilik hatimu dan hatiku. Menjaga hati ini
dengan cara menghabiskan waktu dengan sahabatku. Hanya satu yang kupercayai
adalah ketetapan Allah yang pasti. Aku disini akan tetap menunggu sembari
mendandani hati. Semoga kita diberi kesabaran olehnya untuk selalu belajar yang
terbaik untuk kita dan agama kita.
Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?, kenapa kita menutup mata
ketika menangis?, kenapa kita menutup mata ketika membayangkan?. Karena hal
terindah didunia tidak terlihat. Ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam
suatu keanehan serupa yang dinamakan cinta.
Ada banyak hal hal aneh yang tidak ingin kita lepaskan, sesorang yang tidak
ingin kita tinggalkan. Tapi melepaskan bukan akhir dari dunia melainkan suatu
awal kehidupan baru. Kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti, mereka yang
telah dan tengah mencoba mencari apa yang telah dia coba karena merekalah yang
mengetahui betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka. Cinta
yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikan air mata dan masih peduli
dengannya apabila dia tidak memperdulikan mu tapi kamu tetap menunggu dengan
setia. Adalah ketika dia bersama orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan
berkata “aku turut berbahagia untukmu”. Cinta
bukanlah bagaimana kamu melupakan jika dia berbuat kesalahan, tapi bagaimana
kamu memaafkannya, bukanlah bagaimana kamu mendengarkannya tetapi bagaimana kamu mengerti, bukanlah apa yang kamu lihat
tapi apa yang kamu rasakan, bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan. Kadangkala orang yang mencintaimu adalah orang yang
tak pernah menyatakan cinta kepadamu karena takut kamu berpaling dan memberi
jarak. Dan bila suatu saat pergi kau akan menyadari bahwa dia adalah cinta
yang tak kau sadari.